Berita Terkini

HW SMA MUH Delanggu Donor Darah.

Written By noerhaji ali khosim on Kamis, 13 Maret 2014 | 02.42

( Delanggu, HIJRAH ). Stok darah di Palang Merah Indonesia ( PMI ) Cabang Klaten saat ini relatif masih aman. Artinya persediaan darah dari berbagai golongan relatif lebih dari cukup. Demikian disampaikan oleh salah satu staf PMI, Pramono saat ditemui Tim Reportase HIJRAH di SMA Negeri 1 Wonosari beberapa waktu lalu dalam kegiatan donor darah pelajar yang dilaksanakan oleh OSIS setempat dengan PMI.
Menurut keterangan Pramono, meskipun stok darah relatif masih aman, namun pihaknya juga selalu mengadakan kegiatan donor darah diberbagai tempat bekerjasama dengan beberapa organisasi. Diantaranya dengan OSIS se Kabupaten Klaten, Karang Taruna, serta OI ( Orang Indonesia ) cabang Klaten. Donor Darah OI rencana akan dilaksanakan pada Minggu ( 23/2 ) yang lalu di balai Desa Sribit, namun karena adanya sesuatu hal , acara tersebut dibatalkan.
Sementara itu para anggota Hizbul Wathan ( HW ) SMA Muhammadiyah Delanggu pada Rabu ( 26/2 ) juga mengadakan kegiatan donor darah, kegiatan donor darah tersebut bersifat spontan karena adanya kerjasama antara HW SMA Muhammadiyah dengan Toserba Luwes Delanggu. Berdasarkan keterangannya kepada Tim Reportase HIJRAH , Kepala Sekolah, Drs Muh Chotib menjelaskan kegiatan donor darah tersebut sudah diagendakan secara rutin dalam kalender kegiatan HW, namun karena ada penawaran kerjasama dengan Toserba Luwes maka pihaknya mengiyakan untuk ikut berpartisipiasi lam kegiatan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya telah mengirimkan para siswa-siswinya sebanyak 16 orang untuk ikut donor darah. Drs Muh. Chotib menambahkan donor darah tersebut merupakan kegiatan kemanusiaan yang harus didukung. Disamping itu HW yang dipimpinnya juga akan mengadakan kegiatan kemah dan bhakti sosial. ( Her )

50 DAI MUHAMMADIYAH SIAP TERJUN DIMASYARAKAT

( Delanggu, HIJRAH ). Sebanyak 50 Dai Muhammadiyah siap untuk diterjunkan di masyarakat dalam guna untuk mengawal gerakan Amar Maruf Nahi Munkar yang menjadi nafas dari Muhammadiyah. Demikian ditegaskan oleh ketua Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Delanggu, H. Rohmat Bambang Santosa, S.Ag usai kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Dai Muhammadiyah Se Cabang Delanggu yang diadakan pada Selasa ( 23/2 ) di Aula kampus SMK Muhammadiyah Delangu.
Berdasarkan keterangan Rohmad Bambang dari 50 Dai Muda Muhammadiyah yang telah mengikuti pelatihan tersebut semuanya merupakan Dai-Dai yang berasal dari ranting-ranting yang berada di Kecamatan Delanggu. Pada Sesi pertama, jumlah ranting hadir sebanyak 12 dari 16 ranting yang ada. Sementara ada 4 ranting yang belum berpartisipasi diantaranya adalah ranting Mendak, Krecek, Butuhan dan Dukuh. Namun pada sesi kedua, ada 2 ranting yang belum ikut, yaitu ranting Karang dan Butuhan.   
Lebih lanjut Rohmad Bambang menjelaskan, selama ini pihaknya telah menggandeng Lembaga Pemberdayaan Ranting ( LPR ) yang dipimpin oleh H. Hono, BA, hal ini untuk menggerakan ranting secara sinergis. Mengenai ketidak hadiran ranting pada sesi 1 dan 2 lebih disebabkan karena adanya kendala teknis dan adanya miss komunikasi. Namun diharapkan pada sesi 3 dan selanjutnya hal ini tidak akan terjadi.
Adapun tujuan diadakanya pelatihan Dai Muhammadiyah tersebut adalah karena adanya permintaan dari masing-masing ranting maupun cabang baik yang di Delanggui maupun diluar Delanggu, untuk dikirim Dai Muhammadiyah dalam rangkan mengisis tausiyah. Dalam keterangannya, H. Rohmad Bambang Santosa, S.Ag, menjelaskan pelatihan ini merupakan follow up dari Korps Mubaligh Muhammadiyah, dan dilatih oleh seorang Trainer yang berpengalaman yaitu Ustadz Abu Umar dengan menggunakan kurikulum yang yang praktis. ( Wie ).

100 % LULUSAN SMK MUHAMMADIYAH DELANGGU LANGSUNG KERJA

( Delanggu, HIJRAH ). “ Saya mengucapkan terima kasih kepada SMK Muhammadiyah Delanggu yang telah mendidik, membesarkan dan membekali ilmu untuk kami gunakan sebagai gaman untuk meraih masa depan “ Kata Tri yang saat ini bekerja disalah satu perusahaan garmen di Boyolali. Berasarkan keterangan Tri yang juga kuliah mengambil jurusan Komputer Informatika  di Surakarta, selama menimba ilmu di SMK Muhammadiyah Delanggu, ia telah mendapatkan segala-galanya. Diantaranya adalah ilmu agama, skill dan seabreg pengalaman berorganisasi, baik di Hizbul Wathan, OSIS, Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Hal senada juga seperti yang disampaikan oleh Arjo Sigit Purnomo, alumni SMK Muhammdiyah Delanggu tahun 1999, kepada Tim Reportase HIJRAH via telepon Arjo demikian panggilan akrabnya yang saat ini berwirausaha dibidang peternakan ayam di Brebes, menyatakan kalau selama sekolah di SMK Muhammadiyah, ia mendapatkan ilmu, ketrampilan, pendidikan agama. “ Saya bisa berwiraswasta beternak ayam potong, karena pengalaman belajar memanajemen ketika memegang ketua OSIS” Kata Arjo yang saat ini memiliki puluhan karyawan.
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah Maryoto, S.Ag.MM yang diwakili oleh ketua Bursa Kerja Khusus ( BKK ) SMK Muhammadiyah Delanggu, Miarso. S.Pd menyatakan merasa bangga dan kagum. Menurutnya saat ini output SMK Muhammadiyah 100 bisa langsungdiserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri ( DU-DI ) baik di Solo Raya maupun di Semarang, Surabaya, Jakarta, Tangerang dan Malaysia. “ Untuk saat ini 100 % para lulusan SMK Muhammadiyah Delanggu dijamin langsung bekerja “ Kata Miarso. S.Pd yang juga menjabat sebagai wakil Kepala Sekolah bidang Humas.
Lebih lanjut Miarso menjelaskan bahwa siswa yang belum lulus saat ini sudah dipesan oleh perusahaan yang telah melakukan kerjasama dengan BKK yang ia pimpin. Namun yang menjadi kendala adalah adanya siswa yang lulus belum mencapai umur 17 tahun. Bahkan ada siswa yang sudah diterima bekerja, tiba-tiba mengundurkan diri karena masih “mbok-mbok-en” dan orangtuanya menyatakan keberatan. ( Wig )

MAYAT DEMOKRATIS

Memasuki tahun 2014 bertepatan dengan tahun politik artinya pada tahun 2014 ini pemerintah Indonesia bakal punya gawe gedhe yaitu perhelatan pesta demokrasi, Pemilu legislatif dan pemilu Presiden. Gaung perhelatan pesta demokrasi ini menggema sampai ke pori-pori pulau terkecil di Republik yang saat ini baru panen berbagai bencana alam. Kang Sangkan Paran pun juga ikut dan larut dalam pesta demokrasi tersebut. Dia itugaweane wira-wiri, mrono mrene.
“ SSssst.. Kang Sangkan Paran lewat, ngapain sih kok ribet banget “ Tanya Kang Dirno pada Kang Waluyo Pruthul. “ Kamu kayak nggak tahu adat sabene Kang Sangkan Paran saja, biasa biar dikira orang penting, wira-wiri, ibut banget, dia itu lagi presentasi muka “ Jelas kang Waluyo Pruthul. “ Wooow gitu to, apa betul Kang Sangkan Paran jadi Calon Legislatif ?” Kang Dirno balik nanya. “ Kang sangkan Paran itu bukan calon legislatif tetapi jadi calo legislatif alias makelar suara, bahkan bisa jadi culeg atau cukong legislatif “ Jawab Kang Dirno sekenanya. “ Buiihh..buiihhh..hebat tenan, berarti dia dapat mobil dinas yo kang ?” kata Kang Waluyo Pruthul memancing-mancing. “ Ya..dia dapat mobi dinas ambulan ??!!!” Jawab Kang Dirno kesel. “Haaa, medeni no” Kang Waluyo mrinding. 
“ Kita harus ngelengke sama Kang Sangkan Paran, jangan terjun ke politik kayak gitu, masak kemana-mana ngubengke amplop, ini kan namanya money politik “ Kata Kang Waluyo Pruthul mencoba untuk memberi nasehat. “ Yo ben Kang, itu urusannya dia, mau money politik , mau monkey politik, ra urusan “ Jawab Kang Dirno ketus. Di saat antara kang Waluyo Pruthul dan Kang Dirno bersitegang, tiba-tiba Mas Kaji dan Kang Sangkan Paran datang nimbrung. 
“ Ada apa ini kok begitu kita datang, sampeyan diam serentak “ Tegur Mas Kaji. “ Nggak kok Mas Kaji, Cuma iseng-iseng ngomong-ngomong masalah poliklinik “ Jawab Kang Waluyo Pruthul gugup. “ Hussss, politik bukan poliklinik...goblok” Sahut Kang Dirno mangkel. “ Njur gimana dan ada apa dengan politik “ Tanya Mas Kaji. Dengan semangat Kang Waluyo Pruthul dan Kang Dirno mbeberke masalahnya. Kalau akhir-akhir ini banyak caleg yang turun gunung ke kampung-kampung. Mbagi-mbagi duit cul ora owel, enthengan kemana-mana nyari-nyari orang mati untuk layat, nyari-nyari orang punya gawe untuk nyumbang, bahkan ada caleg yang sadis bin kurang ajar, malah berdoa minta kepada Allah semoga ada bencana, biar ada media untuk nyumbangke bantuan biar dikira orang sosial. “ Yang nggumunke lagi, Mbah Arjo Gombloh dan Mbah Pawiro Mrinding sudah dikijing, tapi KTP nya didaftarkan sebagai pendukung salah satu caleg “ Sahut Kang Waluyo. “ Ha..Ha..ha..ha, itu kerjaan Kang Sangkan Paran..dan itulah namanya mayat demokratis ” Semua tertawa terkekeh-kekeh. 

Dari Arena Musykerpimcab “ PCM beri jaminan kesehatan bagi anggota Muhammadiyah “

Memasuki tahun ketiga periode Muktamar ke 46 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Delanggu menyelenggarakan Musyawarah Kerja Pimpinan Cabang sebagai agenda rutin tahunan. Acara tersebut telah dilaksanakan  pada hari Ahad, 9 Februari 2014 di AULA SMA Muhammadiyah Delanggu. Dalam  Musykerpimcab ini telah mengagendakan , Laporan realisasi kegiatan PCM untuk 1 tahun yang lalu dan  Penetapan program kerja untuk tahun 2014 yang akan segera ditanfidzkan. Demikian disampaikan sekretaris PCM Delanggu, Drs. Moch Chotib kepada tim reportase Hijrah.
Lebih lanjut Drs Moch Chotib menjelaskan beberapa agenda besar Yang menjadi penekanan untuk program tahun 2014 ini adalah bahwa PCM ingin lebih mengembalikan misi persyarikatan dengan perhatiannya kepada kaum dhu’afa ,maka diharapkan tahun 2014 ini bisa membangun Gedung Panti Yatim. Sejalan dengan itu juga akan direnovasi untuk gedung Kantor PCM sehingga lebih representative untuk sebuah Kantor PCM Delanggu yang memliki AUM yang cukup besar. Untuk lebih memperhatikan Anggota,  maka Muhammadiyah pd tahun ini juga memprogramkan adanya jaminan kesehatan bagi Anggota Pimpinan, tentu dalam hal ini aturan mainnya nantinya akan dibicarakan bersama Direktur PKU Muhammadiyah Delanggu. Dalam bidang pendidikan untuk tahun ini juga diharapkan sudah dapat berdiri SMP IPK Muhammadiyah Delanggu sebagai kelanjutan setelah SD IPK Muhammadiyah Delanggu .
 Musykercab itu sendiri dihadiri dari unsur PCM,Pembantu PCM baik dari Majlis maupun lembaga, dari perwakilan PRM dan ORTOM ditingkat Cabang. Sementara dari PDM yang hadir adalah Drs. Muh. Jilal dimana dalam sambutannya menekankan bahwa agar organisasi yang besar seperti Muhammadiyah ini harus lebih tertib dalam Administrasi Organisasi terutama dalam hal surat menyurat dan Dokumentasi kegiatan. Sementara itu Prof Dr. Harun, SH. MH Selaku Ketua PCM menekankan bagaimana Muhammadiyah sebagai Organisasi yang besar ini bisa tanggap terhadap situasi sosial yaitu harus bisa tetap menjadi perekat masyarakat terlebih pada tahun politik saat ini. Muhammadiyah juga jangan  suka menghakimi masyarakat, tetapi harus berorientasi membina mendidik.Informasi yg tidak benar harus kita cegah, terutama dengan perkebangan AUM di Cab. Delanggu
Dalam Evaluasi dari peserta Musykerpimcab ke depan Bagaimana Pimpinan dapat lebih memanfaatkan kantor PCM dan adanya pembinaan untuk majlis maupun lembaga yang kurang aktif. Selanjutnya juga bagaimana Muhamamdiyah ini memiliki Korps Muballigh Muhammadiyah sehingga Tabligh sebagai ujung tombak dari Da’wah Muhammadiyah ini dapat membina ummat untuk beragama dan beribadah sesuai dengan tuntunan Alqur’an dan Assunnah shohihah. ( Her )

KAKAN KEMENAG KLATEN: BPIH ATAHUN INI DIPERKIRAKAN Rp. 40 JUTA LEBIH

Klaten, Hijrah. Kepala Kantor Kementrian Agama ( Kakan Kemenag) kabupaten Klaten yang diwakili Kasi Haji dan Umroh Drs. H. Wasnan Fauzi mengatakan, bahwa fluktuasi nilai dolar yang semakin tinggi hingga mencapai Rp. 12.000, per  U$ 1 berakibat naiknya  Biaya Perjalanan Ibadah Haji ( BPIH ) yang sangat signifikan dan diperkirakan akan menyentuh angka Rp. 42 juta. Apabila nilai tukar rupiah terhadap dolarr amerika tak terkendali, dengan asumsi  BPIH sebesar 3500 U$ dollar. Hal ini akan mengakibatkan rendahnya minat umat Islam untuk melunasi biaya ibadah haji tersebut.. Namun tidak semuanya begitu. Mesti mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa melunasi BPIH tersebut, mengingat mereka sudah antri bertahun-tahun.
Demikian antara lain dikatakan Kepala Kantor kementrian Agama Kabupaten Klaten yang diwakili Kasi Haji dan Umroh Drs. H. Wasnan Fauzi di hadapan sekitar 500 an calon jamaah haji kabupaten Klaten yang tergabung dalam KBIH ( Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Arofah yang mengambil tempat di Pendopo Pemkab Klaten, Ahad pecan lalu.
Hadir dalam acara tesebut sesepuh PDM ( Pimpinan Daeah Muhammadiyah ) Klaten Drs. H. Sugiyanto, pengurus KBIH Arofah, pejebat teras Pemkab Klaten, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Lebh lanjut H. Wasnan mengatakan, bahwa sampai hari ini pemerintah belum mnetapkan besaran BPIH yang harus dilunasi. Dengan predidkisi tersebut maka calon jamaah haji untuk dapat memperhitungkannnya, tambahnya.
Biaya awal akan dinaikkan.
Ditambahkan oleh Wasnan, bahwa pemerintah hingga saat ini belum atau tidak menaikkan biaya awal BPIH yakani masih tetap Rp. 25 juta. Ada wacana. Bahwa biaya awal akan dinaikkan menjadi Rp. 30 juta, namun karena berbagai pertimbangan biaya awal masih tetap seperti tahu-tahun lalu. Biaya itu saja hingga saat ini pendaftar tahun 2016/27 masih minim yakni baru sekitar 9000 calon jamaah untuk wilayah Jawa tengah, ujarnya.
Sementara itu Sesepuh PDM Klaten Drs. H. Subiyanto dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa  ibadah haji adalah ibadah panggilan dan ibadah fisik. Panggilan karena Allah akan menghendaki  siapa saja yang akan dipanggil untuk menjalankan ibadah haji tersebut. Meski orang itu dilihat tidak mampu untuk membayar biaya haji, namun karena dikehendaki Allah tetap akan bisa melunasinya. Lain halnya jika seseorang tidak dikehendaki Allah meskti harta bendaya cukup bahkan lebih untuk membayar ONH, orang tersebut akan merasa berat untuk melunasinya. Ibadah fisik karena dalam menjalankan ibadah haji harus memiliki fisik yang sehat,prima untuk menjalankan rukun-t-rukun haji tersebut. Selain itu calon jamaah haji perlu dibekali ilmu seputar haji. Tepatlah calon jamaah haji kabupaten Klaten bergabung dalam bimbingan manasik haji yang diselenggarakan oleh KBIH Arofah. KBIH Arofah satu diantara KBIH yang ada di Klaten yang terakreditasi baik, ujar Subiyanto.
Lain halnya H. Waluyo selaku pengurus KBIH Arofah Klaten dalam penjelesannnya pihaknya mengatakan, bahwa sejak tahun 2002 KBIH Arofah telah menyelenggarakan bimbingan haji dengan pendampingan ketua rombongan.
KBIH Arofah memberikan bimbingan haji dari persiapan, pelaksanaan dan pasca haji. Dalam persiapannnya KBIH Arofah menyelenggarakan manasik haji dengan biaya swadaya. Teori dan praktek akan diselenggarakan 10 kali pertemuan. Bulan Maret mingu pertama nanti merupakan M<anasik Haji yang diseenggarakan oleh KBIH Arofah untuk pertama kali yang dipusatkan di Pendopo Pemkab Klaten ini. Dalam praktek disesuaikan dengan kondisi di Arab Saudi.
Dalam pelaksanaan ibadah haji calon jamaah pendapatkan bimbingan langsung dari Karim ( Ketua Rombongan) yang akan memimpin dari naik peseta, landing, dan ibadah umroh dan haji senantiasa mendampinginya. Adapun pasca haji adalah pembinaan rutin yang diadakan oleh rombongan masing-masing. Dari tahun 2002 rombongan jamaah haji yang tergabung daam KBIH Arofah sebanyak 182 rombongan. Sampai saat ini rombongan haji masih eksis menggelar pengajian rutin, dan bahkan ada yang karya nyata dengan berbagai kegiatan social, seperti membantu korban bencana, dll tambahnya. (H-24)

400 ORANG GURU PAUD AISIYAH IKUTI WORSHOP PEMBELAJARAN TK ALA JEPANG

Sebanyak 400 orang guru yang terdiri dari guru TK/KB/BA Aisyiyah Kabupaten Klaten, Ahad kemarin telah mengikuti workshop pembelajaran TK ala Jepang yang mengambil tempat di kantor PDM Klaten.
Workshop diadakan oleh Majlis DikdaHijrahen PDA ( Pimpinan Daerah Aisyiyah) Klaten  dengan menampilkan nara sumber langsung dari Jepang Hamako Gejima (ahli Origami) yang dipandu oleh Murni Ramli, SP, M.Si.CA.D (Pusat Studi Jepang Universitas Sebelas Maret Surakarta. Workshop dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah ( PDA) Klaten Hj.Qomariyah).
Tanpa kurikulum.
Murni Ramli, SP, M.Si. Ca.D selaku pemandu dalam workshop menampilkan sejumlah kegiatan pembeajaran di Jepang yang terbagi menjadi beberapa tahapan usia. Usia 0-2 tahun, 3-4 tahun, dan 5-6 tahun.
Pendidikan  TK Jepang tidak mengenal kurikulum, sebab kegiatan pembelajaran di TK setiap harinya mengedepankan pembentukan fisik anak agar kuat. Tahap awal dalam embelajaran anak didikk diperkenalkan dengan hai-hai yakni kegiatan semacam merangkak untk menguatkan kondisi perut, sebagai awal menguatkan otot tangan-tagan kaki. Pada hai-hai acuan utam adalah kecermatan anak didik daam merangkak.
Pada kelompok usia 3-4 tahun hai-hai tetap dilakukan, begitu pula anak usia 5-6 tahun. Dari  Pendidikan anak TK di Jepang gur tidak harus membuat persiapan mengajar secara tertulis. Sekolah hanya menfasilitasi peserta didik untuk bermain dan berekspresi sesuai dengan keinginan anak. Guru TK tidak pernah melarang anak didiknya untuk melakukan hal-hal yang dikehendakinya, misalnya bermain meluncur di arena lumpur,  mandi pada saat turun hujan. Semua aktiftas naka didik entah baik atau buruk senentias dipuji oleh gurunya untuk memberikan sopr moral kepada anak didi. Berbeda dengan orang tua kita anak bermain ni dilarang, bermain itu dilarang. Kalau di Jepang orang tua maupun guru tak pernah melarang aktifitas anak.
Penanaman sifat gotong royong
Anak TK sudah diberikan pengertian akan manfat sifat gotong royong. Pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dikerjakan dengan bersama-sama alias gotong broyong. Seperti bapat ibu lihat dalam tayangan LCD bahwa sejumlah anak didik mengangkat  ember berisi air yang harus dipindahkan. Usai memindahkan anak-anak dipuji oleh gurunya, meski dalam mengangkat ember tadi banyak air yang tumpah.
Calistung.
Sementara itu menurut penuturan Hamako Gejima mengatakan kepada pesrta workshop, bahwa anak TK belum diajarkan calistung ( membaca, menulis dan berhitung.) Pengenalan alpabeth  huruf baru dikenalkan pada anak usia SD kelas IV. Namun demikian pendidikan di Jepang tergolong maju bila dibandingkan dengan dengan pesrta didik dari negar-negara berkemmbang seperti Indonesia, ujarnya. (Paimin JS)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PCM DELANGGU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger