Berita Terkini

Pojok Hijrah: SEKEDAR KADER

Written By noerhaji ali khosim on Sabtu, 19 Juli 2014 | 07.10

Hari selasa yang lalu bertepatan dengan hari libur nasional, seluruh warga, kader dan simpatisan Muhammadiyah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tumpleg bleg di Stadion Manahan Surakarta. Mereka datang berbondong-bondong untuk mendengar tausiyah sang ketua Umum Muhammadiyah, Prof Dr. Dien Syamsudin, MA dalam rangka Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) dan Milad 1 abad Aisyiyah. Namun yang paling urgen adalah mereka datang di acara tabligh akbar dalam rangka pencanangan Hari Bermuhammadiyah.
Dengan ndandanan yang mlithit serta menggunakan uniform dan atribut Muhammadiyah komplit kang Waluyo Pruthul sudah stand by lebih awal di kantor PCM. Kang Waluyo takut kalau nanti ditinggal atau ditilapke sama temen-temennya, seperti Kang Sangkan Paran, Kang Dirno dan Mas Kaji  . Kang Waluyo itu kader Muhammadiyah militan, kalau ada acara moment Muhammadiyah kemana saja, dia tidak pernah absen alias kudu mangkat, dengan syarat yang penting gratis dan dapat snack dan kaos.
Akan tetapi kalau ada momentum yang sifatnya ada iuran dana, bisa dipastikan beliau Kang Waluyo Pruthul banyak “endo”nya alias kakean alasan. “ Kang Waluyo itu terkenal dengan kader Disegani, mudheng to maksudnya disegani, artinya diberi sego pasti dia berangkat “ Kelakar Kang Sangkan Paran. Tepat jam 07.00, rombongan dari PCM kami mulai meninggalkan basecamp menuju Stadion Manahan. Disana kami bertemu dengan temen-temen dari berbagai logat dan karakter, yang dari Brebes dengan bahasa ngapak-ngapak, yang dari Banyumas dengan bahasa ‘inyong”. 
Di stadion manahan itulah kami bisa menilai, mana yang kader militan dan mana yang kader-kaderan, dan mana yang kader keder. Kang Sangkan Paran mulai usil dengan mengamati orang-orang yang berada di stadion manahan. Berdasarkan pengamatan Kang Sangkan Paran, ada para peserta yang datang hanya untuk plesir. Makan – makan dan mobil-mobilan kesana kemari. Yang lebih parah lagi begitu datang nginguk stadion  langsung meninggalkan lokasi menuju tempat rekreasi. Stadion Manahan sepi justru pasar Klewer jadi ramai.
Ada yang menarik dari Tausyiyah dari Prof Dr. Dien Syamsudin, MA, secara tegas menghimbau kepada warga Muhammadiyah mulai saat itu untuk melaksanakan nilai-nilaki Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. “ Dengerin itu Kang Waluyo, jangan ngalamun saja, kalau jadi kader Muhammadiyah itu harus tegas, jangan hanya karena sego gule dan amplop njur plung lap ilang, makanya semalam nggak kelihatan di pengajian tarjih ternyata ikutan tahlilan nyewu di tempat Yu Klumpuk to“ Sindir Kang Dirno.
“ Lha wong saya diampiri sama Kang Joyo Sentlup kok “ Jawab Kang Waluyo Pruthul minggring-minggring. “ Kamu itu namanya kader ra mbejaji, mung ela-elu thok nggak punya prinsip tegas “ Bentak Kang Sangkan mangkel. “ Sudah...sudah...nggak usah eyel-eyelan dan otot-ototan..nggak baik “ Sergah Mas Kaji. 

GANJAR PRANOWO : Saya mohon Warga Muhammadiyah ikut mengontrol birokrasi

( Solo, HIJRAH ). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghimbau kepada puluhan ribu warga Muhammadiyah yang berasal dari Jawa Tengah , khususnya yang hadir dalam Tabligh Akbar dalam rangka pembukaan Muktamar XVI Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ), Milad 1 abad Aisyiyah, agar ikut berpartisipasi ikut mengontrol birokrasi pemerintahan di Propinsi Jawa Tengah.
Lurah Jawa Tengah tersebut, menghimbau agar warga Muhammadiyah tidak nggrundhel di belakang apabila menemukan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan hati nurani. Ia mencontohkan ketika ia melakukan sidak di jembatan timbang di pantura, menemukan tindakan pungli yang dilakukan oleh oknum petugas. Sebagai warga Muhammadiyah sejati maka apabila ada tindakan pungli maka harap segera dilaporkan.
Di hadapan generasi muda Muhammadiyah yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM  ) tersebut, Ganjar Pranowo mengajak kepada seluruh masyarakat dan mahasiswa untuk mengawasi pembangunan di Jawa Tengah. Agar segera terwujud pembanguan Jawa Tengah yang berkemajuan dan unggul.
Beliau juga berharap kepada para mahasiswa yang melaksanakan muktamar, agar ikut muktamar tersebut menghasilkan pemimpin yang baik dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara ini. Selanjutnya dalam mengahadapi tahun politik khususnya dalam pemilihan presiden yang akan digelar pada 9 juli 2014, agar para mahasiswa tidak  terjebak dalam politik praktis. Sementara itu menanggapi statemen Gubernur Jawa Tengah, Mustafa salah satu Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang, mengaku setuju dengan langkah sang gubernur untuk melibatkan mahasiswa dalam mengawasi birokrasi pemeintahan, hal ini membuka peluang generasi muda untuk ikut berperan dalam pembangunan di wilayah tersebut. ( Wie ) 

PROF DIEN SYAMSUDIN CANANGKAN HARI BERMUHAMMADIYAH

( Solo , HIJRAH ). Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr. Dien Syamsudin, MA pada Selasa ( 27/5 ) telah mencanangkan Hari Bermuhammadiyah. Acara yang digelar di Stadion Manahan Surakarta tersebut dihadiri oleh puluhan ribu kader Muhammadiyah dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ). Tampak hadir dam acara yang uga bertepatan dengan pembukaan Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah XVI Setengah Abad Ikatan Muhammadiyah ( IMM ) dan Milad 1 abad Aisyiyah.
Disamping itu tampak pula hadir tamu undangan diantaranya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta istri, walikota Surakarta FX Rudyatmo, Wakil Wali kota Achmad Purnomo dan lain-lain. Dalam kesempatan tersebut Prof Dien Syamsudin mencanangkan sejak saat ini sebagai hari bermuhammadiyah, artinya mulai hari itu juga maka beliau mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk menjalankan kehidupan sehari-hari dengan menjalankan nilai-nilai islam. “ Setiap warga Muhammadiyah setiap hari wajib melaksanakan nilai-nilai keMuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-harinya “ Tegas Dien panggilan akrabnya yang juga menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ).
Secara tegas beliau juga menyatakan mulai hari ini warga Muhammadiyah diharapkan bisa melaksanakan nilai-nilai kemuhammadiyahan tidak hanya bersifat momentum saja, tetapi seperti yang pernah disampaikan Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama yang menyatakan Tiada Hari Tanpa Muhammadiyah. Sementara itu menanggapi pencanangan Hari Bermuhammadiyah oleh Prof Dien Syamsudin tersebut, Amat Mahmudin salah satu warga Muhammadiyah dari Pekalongan menyatakan sangat setuju dan siap melakukan sosialisasi pada warga Muhammadiyah di kota Batik tersebut.
Menurutnya saat ini memang warga Muhammadiyah masih ada sebagian yang masih menjalankan ajaran Muhammadiyah secara terpotong-potong dan tidak utuh. Bahkan ada yang masih menjalankan agama tidak berdasarkan  Al Quran dan As Sunnah. Senada dengan Amat Mahmudin, Mazlam salah satu pengurus Muhammadiyah dari Banjarnegara menyatakan untuk mensukseskan hari bermuhammadiyah maka pihaknya selalu mengajak kepada umat Muhammadiyah di Banjarnegara untuk selalu mengikuti pengajian tarjih dengan materi yang sudah ada dalam Himpunan Putusan tarjih ( HPT ), agar tidak terjerumus dalam bid’ah. ( Wie )

Ramadhan, Pemkab Klaten Adakan 7 Tarling

Ilustrasi
KLATEN HIJRAH– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar acara Tarawih Keliling (Tarling) perdana di rumah dinas Bupati Klaten di Jalan Pemuda Klaten, Senin (30/6) malam.
Kegiatan Tarling diawali dengan sholat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan tarawih. Tarling ini diikuti sekitar 250 jamaah. Bertindak sebagai imam sholat Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Klaten H Mustari, dan penceramah Ketua MUI Klaten H Hartaya.
Terkait, Kepala Bagian Kesra Setda Klaten Bambang Sujarwa menyampaikan, kegiatan Tarling tersebut bertujuan untuk melaksanakan syiar Islam pada bulan Ramadhan. “Selain itu, juga untuk meningkatkan tali silaturahmi antara Muspika dan masyarakat. Dalam setiap Tarling, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp 15 juta kepada pengurus masjid untuk penyelenggaraan kegiatan Tarling,” ujar Bambang.
Bambang menambahkan, setelah rumah dinas bupati, Tarling berikutnya dilaksanakan di tujuh lokasi lain, yakni Masjid Besar Pancasila Kemalang, Masjid Jami Darusalam Polanharjo, Masjid Batul Mustaqim Ngawen, Masjid Darusalam Delanggu, pendapa Pemkab, Masjid Baitul Sakinah Pedan, dan ditutup dengan buka puasa bersama anak yatim di pendapa Pemkab.

Jelang Lebaran Harga Sembako Mulai Naik

WEDI HJRAH – Menjelang lebaran, harga sejumlah sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Wedi, Klaten mulai naik. Komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan bawang merah. Sedang beras dan minyak goreng relatif stabil.
Pedagang sembako di Pasar Wedi, Fr Sukamti menyampaikan, harga daging ayam dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 30.000/kg, telur ayam dari Rp 18.000/kg menjadi Rp 19.000/kg, gula pasir dari Rp 9.400/kg menjadi Rp 9.800/kg, dan bawang merah dari Rp 14.000/kg menjadi Rp 20.000/kg. Sedang harga beras relatif stabil di kisaran Rp 8.000 sampai Rp 9.500/kg. Sementara harga minyak goreng stabil di Rp 12.000 dan Rp 16.000/kg . 
“Kenaikan harga sembako saat mau lebaran itu biasa. Karena dari sananya (produsen) sudah naik. Kita hanya ngikut saja. Yang penting, kita dapat untung sedikit, dan pembeli tidak keberatan,” katanya. 
Sedang seorang pembeli di Pasar Wedi, V Mariyanti mengeluhkan naiknya harga sejumlah sembako menjelang lebaran ini. “Baru seminggu puasa saja, harga barang-barang sudah pada naik. Gimana nanti menjelang lebaran,” keluhnya. 
Terkait, memasuki bulan Ramadhan 1435H, fenomena tahunan meningkatnya permintaan akan komoditas pangan yang berujung pada kenaikan harga kembali terjadi di tanah air. Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI mengamati komoditas yang bergerak naik adalah daging ayam, telur ayam, bawang merah dan cabe rawit, yang rata-rata naik sebesar 5-10%. 

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Prof. Firmanzah, PhD, mengakui kecenderungan kenaikan harga komoditas pangan menjelang Lebaran. Ia menyebutkan, merupakan hal yang biasa jika pada setiap momentum puasa dan lebaran, perilaku masyarkat sering kali melakukan pembelian besar-besaran karena kekhawatiran langkanya pasokan pada bulan puasa dan lebaran. 

Jelang Lebaran, Jalan Perlintasan KA Diperbaiki

KLATEN HIJRAH– Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Klaten memperbaiki sejumlah ruas jalan perlintasan kereta api (KA) di Kabupaten Klaten menjelang lebaran ini. Proses perbaikan tersebut dimulai pada ruas jalan perlintasan KA di Krapyak, Klaten Tengah, Kamis (19/6).
Akibatnya, arus lalu lintas di sepanjang perlintasan KA Krapyak yang terletak di by pass Klaten tersebut menyebabkan kemacetan dan penumpukan kendaraan. Untuk mengurai kemacetan, petugas Satlantas Polres Klaten diterjunkan mengatur lalu lintas.
Kanit Laka Lantas Polres Klaten, Iptu Agung Basuni menjelaskan, perbaikan ruas jalan di perlintasan KA Krapyak ini merupakan tahap awal yang dilakukan DPU Jateng untuk menjaga kenyamanan para pengguna jalan saat lebaran.
“Setelah selesai di perlintasan Krapyak ini, perbaikan dan pengaspalan jalan berikutnya akan dilanjutkan di perlintasan KA dekat Polres Klaten, dan perlintasan KA Delanggu, serta Prambanan,” ujarnya Kamis (19/6).
Iptu Agung Basuni menyampaikan, sepanjang jalan by pass Klaten merupakan titik rawan kemacetan. Selama operasi ketupat nanti, H-7 dan H+7, pihaknya hanya fokus dalam pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan. 

Polres Klaten Musnahkan Ribuan Botol Miras

KLATEN HIJRAH– Aparat Polres Klaten menggiatkan patroli menjelang bulan Ramadan. Salah satunya dengan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat), seperti halnya minuman beralkohol. Hal ini disampaikan Kapolres Klaten AKBP Nazirwan Adji Wibowo, Rabu (25/6) lalu.
“Kita ingin agar menjelang bulan puasa dan Pilpres mendatang, situasi keamanan di Kabupaten Klaten tetap kondusif. Oleh karena itu, kita mengadakan operasi penyitaan dan pemusnahan miras ini,” kata Kapolres. 
AKBP Nazirwan menyatakan, penyitaan dan pemusnahan miras ini sangat diperlukan. Pasalnya, miras merupakan salah satu penyebab terjadinya tindak kriminal di masyarakat dan dapat menghancurkan generasi muda. Miras bisa memicu perkelahian, perampokan, dan penganiayaan.
“Miras adalah ibu segala kejahatan. Berasal dari miras ini seseorang dapat lepas kendali dan melakukan berbagai perbuatan yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu kita ingin tetap konsisten dalam melaksanakan kegiatan penyitaan dan pemusnahan miras ini,” tambahnya.
Pemusnahan ribuan botol minuman keras berbagai merk ini dilakukan di halaman Polsek Kota yang berlokasi di Jalan Pramuka nomor 25 Klaten, (25/6). Ribuan botol miras berbagai merk yang dimusnahkan dari hasil penyitaan dan pengungkapan sejumlah kasus selama periode Juli 2013 hingga Juni 2014. 
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 4.150 liter ciu dalam kemasan dirigen 20 liter, 293 botol anggur merah, 480 botol anggur kolesom, 808 botol bir ukuran besar, 136 botol bir ukuran kecil, 60 botol bir jenis anker, dan berbagai botol miras merk lain. 
“Operasi penyitaan miras dilakukan secara rutin agar hilang dari peredaran atau minimal berkurang di wilayah hukum Polres Klaten,” jelas Kapolres Klaten. 
Dalam kegiatan pemusnahan itu, turut hadir Wakil Bupati Klaten Sri Hartini, FKUB Klaten, Granat, BNN Klaten, MUI, serta perwakilan ormas Islam di Kabupaten Klaten.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PCM DELANGGU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger