Home » » Sholat Jamaah Kok Oglangan

Sholat Jamaah Kok Oglangan

Written By noerhaji ali khosim on Sabtu, 08 Juni 2013 | 21.17

Beberapa hari ini hujan mengguyur terus menerus tidak memandang waktu, bisa pagi uthuk-uthuk, siang, sore, bahkan malam. Puting beliung mengamuk di mana-mana, takpandang ampun, rumah, pohon, tiang listrik, cagak telepon semua ambruk. Akibat ambruknya cagak listrik  yang  dibarengi dengan mbledhosnya sejumlah travo bertegangan tinggi ini, membuat sejumlah aliran listrik di beberapa tempat mengalami oglangan secara sporadis. Maka tidak aneh fenomena penerangan tradisional medio tahun 65 an kembali muncul, diantaranya lampu teplok, senthir dan thonthor. Akibat oglangan tersebut ternyata juga menaikkan rating penjualan kaos lampu petromak cap ceguk.
                Tidak hanya itu akibat oglangan  ternyata juga telah berdampak secara sistemik, suatu misal lalu lintas perempatan menjadi semrawut karena lampu bangjo byar pet alias mati suri. Pakaian menjadi njlekethut karena tidak diseterika, dan lain-lain.Namun yang cukup membuat prihatin dengan adanya oglangan tersebut adalah membuat para jamaah mushola, langgar, surau dan masjid di sebagian besar tempat menjadi ikut oglangan.  Kang  Sangkan Paran pun geleng-geleng kepala sambil berguman“ listrik oglangan..jamaah ikut oglangan, mushola sepi nyenyet gak ada kehidupan “.
                ” Sudah biasa kang,  gak usah nggresulo, maklum mereka tidak mendengar adzan maupun iqamah, sehingga tidak berbondong-bondong ke mushola  “ Aku menyahut.  “ tidak oglangan dan mendengar adzan saja mereka tidak beranjak dari rumah, apalagi kalau listrik oglangan. Tapi sanajan udan deres disertai oglangan kalau shalat  tarawih kok kebak ya ? Kang Sangkan Nggumun bertubi-tubi. “ Yo lain to Kang, meski oglangan dan udan deres, Sholat Tarawih tetep kebak, Khan ada jaburannya..Ya .. To ? “ Kata Kang Waluyo Pruthul ngguyu kepingkel-kepingkel. “ Hok..o yo, wah kamu nyindir aku ya “ Jawab Kang Sangkan Paran.
                Melihat realitas dan fenomena jamaah Sholat Fardhu di Masjid, Mushola, maupun langgar saat ini sungguh memprihatinkan. Beberapa waktu lalu Mas Kaji, Saya, Kang  Sangkan, Kang Dirno serta Mas Waluyo Pruthul mencoba untuk  safari sholat  jamaah  keliling  ke ranting-ranting.  Hampir sebagian besar masjid sepi nyenyet, gak ada jamaah, kalau  ada bisa dihitung dengan  kalkulator.  Bayangkan masjid sekarang ini jamaahnya banyak yang sudah tua renta, yang muda-muda tidak ada. Apalagi kalau sholat subuh, babar blas tidak ada jamaah, bahkan suara adzan nyaris tidak terdengar. “ Lha ini salah siapa Kang ? Kata Kang Dirno membelah kegumunan temen-temen.
                “ kita itu gak usah nyalahkan siapa-siapa, yang  kita salahkan diri kita selaku warga Muhammadiyah, mengapa  tidak bisa menjadi contoh  di barisan depan dalam jamaah sholat fardhu di masjid khususnya sholat subuh “ sela kang Waluyo Pruthul. “ Betul apa yang dikatakan Kang Waluyo, kalau seluruh warga Muhammadiyah bisa sholat jamaah di masjid, kita akan menjadi contoh d depan. “ Mas Kaji nimbrung. “ Jangan seperti Mas Lurah yang mau nyalon lagi, sekarang sregep sholat jamaah dimana-mana, tapi… “ Kang Sangkan tidak meneruskan teorinya. “ Ssssssssssssttt, ada orangnya “ Kang Dirno memberi isyarat.    
Bagikan :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PCM DELANGGU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger